Salam, Selamat Datang Calon Penghuni Surga

Pages

Kamis, 10 April 2014

Prosa - Aku Dalam Raguku

Sejenak langkahku terhenti
selalu saja tak mampu kutepis lamunan tentang dirimu
masihkan dirimu dengan segala gundah
...mencoba merangkai warna warna terindah
yang telah kuhamparkan

ataukah ....

semua telah sama bagimu
mengabu lalu kau abaikan begitu saja
entahlah ....

sementara, diriku dalam kebimbangan
masih terus mencari letupan rasa yang kian meredup
tak dapat kupungkiri
ragu itu tlah bersemayam
dan ... mungkinkah cerita yang tlah terajut
kan terlerai sebelum sempat kusimpul diujungnya

kembali ...
bayangmu yang bertudung kelam menyambangi lamunku


Created By : Fachrie Shafran Chairy

Selasa, 08 April 2014

Inilah Cinta

Inilah cinta, membumbung ke langit

Setiap saat mengoyak seratus cadar

Mula-mula, mengingkari hidup

Akhirnya, melangkah tanpa kaki

Menganggap dunia ini tak tampak

Sepi semua yang muncul di benak

”O, jiwa,” kataku, ”Semoga kau berbahagia

Memasuki negeri orang-orang tercinta

Memandang daerah yang tak tercapai mata

Menyusup ke dalam lekuk liku dada!

Dari mana datangnya nafas ini, o jiwa

Dari mana pula asal denyut jantung, o hati?

Burung, bicaralah dengan bahasa burung

Kutahu artinya yang terselubung

Jiwaku pun menyahut, ”Aku berada di pabrik

Yang sedang mengolah air dan tanah liat

Aku pun melepaskan diri dari sana

Ketika sedang diciptakan

Waktu tak kuat lagi aku bertahan, mereke menyeretku

Dan menuangku

Sehingga bagaikan bola bentukku.”



Created By : Jalaludin El Rumi

Wajahmu

Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dingding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan

Created By : Jalaludin El Rumi
 

Puasa Membakar Hijab

Rasa manis yang tersembunyi,

Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!

Ketika perut kecapi telah terisi,

ia tidak dapat berdendang,

Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,

Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.

Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.

Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.

Created By : Jalaludin El Rumi

Selamat Datang Kembali Sayang

Angin syahdu mendendang senandung merdu
bait demi bait terlantun,
mekarkan kembang hidupkan taman.
Ini kisah gembira, tentang kembalinya sang Bayu nan
teduh;
Sang kawan sejati,
Sang teman sehati,
kala menatap Cinta.
Dinda, mengapa pergi demikian lama?
Tak tahukah engkau rindu tlah menggunung?
Kini engkau kembali, wahai putri jelita
Kini kerinduan tlah terobati,
Berganti gejolak yang tak kalah merisaukan;
Penantian akan Senyum yang kau tebar,
Senyum termanis dari jiwa yang Indah.
Dan,
Tanganpun terulur sambut semerbak kembang setaman;
“Mari dinda, warnai samudra dengan goresan pena.”
***”Karena itu, ajaklah perasaan menjunjung tinggi akal budi, meraih puncak-puncak getaran kebenaran sejati, keduanya mewujudkan sebuah simfony.”***[Kahlil Gibran]